Membangkitkan Imajinasi dan Kreativitas Anak Lewat Membaca Bersama Let’s Read


Halo, halo!

Yuk, kita kenalan sama Andi, seorang anak laki-laki yang kini memasuki usia 7 tahun. Ia punya hobi membaca buku dan suka sekali mengeksplor hal-hal baru.

Andi juga suka gelap. 

Tepatnya langit gelap yang penuh bintang-bintang, sehingga membuat langit jadi terang.

Ia selalu penasaran, gimana ya rasanya ada di dekat bintang warna-warni di atas sana? Pasti seru banget! Mereka kan sedang berpesta. Setidaknya itu yang melekat di ingatan Andi setelah membaca salah satu buku cerita tentang luar angkasa yang dibelikan oleh Ayah dan Ibu. Andi suka sekali membaca buku-buku tentang luar angkasa, seperti planet, bintang, matahari, roket. Menurut Andi semuanya keren! Ia ingin sekali berkunjung langsung ke luar angkasa. Karena itu, Andi bercita-cita menjadi astronot.

Sebenarnya dulu Andi takut dengan gelap. Pernah pada suatu malam, listrik di rumahnya padam. Andi yang saat itu sedang bermain sendirian di kamarnya pun berteriak ketakutan. “AAAAAH!”. Ia tidak bergerak dari tempatnya, kemudian air mata mulai keluar dan ia menangis sesenggukan. Tetapi seketika Andi teringat sesuatu, yaitu kisah tentang karakter kesukaannya: SUPER-MOON! 

Diceritakan, SUPER-MOON memiliki misi untuk menemukan bintang yang hilang dari langit. Lalu SUPER-MOON berkata bahwa sebenarnya di dalam gelap kita bisa kok menemukan bintang. Psst, ternyata bintang itu bersembunyi. Mengingat itu, tangisan Andi perlahan mereda. Ia pun bersiap untuk menjalankan misi, yaitu menemukan “bintang” yang hilang, yang membuat suasana di kamarnya menjadi gelap saat itu.

Kejadian yang mirip dengan ilustrasi di atas mungkin sering kita temukan, atau paling tidak saya sering menemukan anak-anak yang bisa menyelam ke dalam cerita di buku yang mereka baca, seakan-akan mereka berada di dalam cerita tersebut. Mereka bisa tiba-tiba tertawa sendiri ketika sedang membaca 😊. Pada akhirnya, cerita itu sangat memorable buat mereka.

Saya pikir semua anak-anak suka dengan cerita (orang dewasa pun sama, ya 😊). Selain bisa ikut masuk ke dalam kisah yang kita baca, cerita yang menarik membuat kita antusias untuk mengikuti jalan ceritanya sampai akhir. Ini adalah salah satu kekuatan dari sebuah cerita.

***

Salah satu media yang sering digunakan untuk bercerita adalah buku. Psikolog anak Bruno Bettelheim dalam The Uses of Enchantment mengatakan bahwa “buku yang baik adalah buku yang dapat mendorong kemampuan anak untuk menemukan arti kehidupan. ...menstimulasi imajinasi, membantu anak untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan mengenali emosi yang dimilikinya, serta mengenali kesulitan yang mereka hadapi sekaligus menawarkan solusi terhadap permasalahan atau kebingungan yang mengusiknya” a.k.a membaca buku yang bagus membuat anak bisa jadi lebih imajinatif dan kreatif! 😊

Yep, seperti yang telah disebutkan, salah satu keunikan dari buku cerita adalah anak bisa mendapatkan kebebasan dan ruang untuk berimajinasi. Sebagaimana yang kita tahu, imajinasi akan mengarahkan seseorang kepada penemuan hal baru. Hal ini telah terbukti dengan kisah penemu-penemu terkenal di dunia, seperti Einstein, Newton, dan pemikir hebat lainnya. Kieran Egan—seorang profesor yang aktif menulis seputar edukasi, antropologi, hingga psikologi kognitif—pernah menuliskan bahwa kita juga perlu menaruh perhatian untuk mengembangkan imajinasi anak disamping anak mempelajari pengetahuan dasar yang sebelumnya sudah ia ketahui.

Selain itu, buku cerita juga bisa membantu anak menemukan hal yang ia sukai. Misalnya, anak-anak mungkin akan mengidolakan tokoh/karakter di cerita-cerita petualangan, seperti superhero yang beraksi untuk menjaga kota, penjelajah alam yang mengarungi hutan dan pergi ke berbagai tempat, dan sebagainya. Mereka mungkin akan terpikir untuk menjadi seperti tokoh tersebut di masa depan. Melalui tokoh-tokoh itu, anak-anak juga akan menggali lebih jauh mengenai topik yang mereka sukai. Tidak hanya buku cerita petualangan, dengan membaca berbagai genre buku juga bisa membawa anak berpetualang ke berbagai tempat dan berperan menjadi berbagai karakter.

Jenis buku cerita lainnya adalah dongeng cerita rakyat. Melalui cerita dongeng atau legenda lokal dan pesan moral yang tersirat di dalamnya, dapat membantu anak memahami kultur sosial di tempatnya berada.

Buku cerita petualangan, sudah ✔️. Buku cerita rakyat, sudah ✔️. Sebenarnya masih banyak lagi jenis buku cerita lainnya yang bisa kita temukan saat ini. Saya pikir, it’s safe to say that everybody loves stories! Kamu setuju kah? 😊

Ohya, satu hal lagi. Dalam konteks yang berbeda, yaitu ketika anak mempelajari pengetahuan dasar di sekolah atau di tempat les, sejumlah pendidik juga sudah menggunakan metode bercerita dalam proses belajar-mengajar. Saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya mengajar 😊. Ketika semester awal perkuliahan, saya sempat bekerja part-time sebagai tutor di suatu lembaga bimbingan belajar. Saat itu saya mengajar mata pelajaran dasar (Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS) murid sekolah dasar (SD). 

Suatu saat saya harus menyampaikan materi tentang jenis-jenis awan kepada murid kelas 3 SD. Anyway, mereka lucu-lucu dan energik banget 😊. Lanjut! Saat itu saya berpikir untuk menerangkan materi dengan cara yang berbeda dari yang saya lakukan sebelumnya (dari buku paket yang hanya berisi teks). Lalu saya coba mencari buku semacam ensiklopedi mini yang membahas mengenai materi ini. Buku yang saya gunakan berisi konten yang colorful dengan ilustrasi-ilustrasi yang menarik dan teks yang juga sangat asyik dibaca. Secara keseluruhan, buku ini mudah dipahami dan menyenangkan untuk dibaca, setidaknya oleh saya 😊. 

Saya pun memperlihatkan buku tersebut ke anak-anak. Reaksi mereka? Anak-anak bergerombol untuk melihat lebih dekat ilustrasi yang saya tunjukkan 😊. Sudah pasti ya, karena mereka kan enggak bisa lihat jelas gambarnya dari jauh 😊😊😊. Tetapi dari ekspresi mereka tampak rasa penasaran, dan selagi saya bercerita mereka tenang memperhatikan (karena terkadang mereka bisa sangat “aktif bergerak” dan sulit dikontrol 😊). Di akhir kelas, mereka antusias melihat buku tersebut, beberapa juga meminjam buku tersebut untuk dibaca di rumah. Melihat itu, saya asumsikan mereka senang dengan buku yang saya tunjukkan 😊. 

Dengan melakukan hal ini juga secara tidak langsung mengasah kreativitas saya sebagai tutor untuk mencari variasi cara mengajar, salah satunya dengan membuat alur cerita yang menarik menggunakan buku sebagai medium agar anak-anak lebih mudah menyerap pelajaran yang saya berikan pada waktu itu. Jadi, sepertinya kita perlu punya lebih banyak lagi buku yang memiliki unsur edukatif sekaligus menghibur (entertaining), khususnya bagi anak πŸ™Œ. 

Berbagai artikel di intenet telah menyebutkan macam-macam manfaat membaca buku bagi anak dilihat dari sisi psikologis, termasuk manfaat bagi perkembangan otak anak. Sekarang, bagaimana caranya agar aktivitas membaca jadi menyenangkan buat si anak?

Sebelum itu ada satu hal yang saya sadari, sebagai orang dewasa 😊, bahwa memperkenalkan anak dengan buku dan menumbuhkan minat baca kepada anak sebaiknya tidak dilakukan dengan cara memaksa. Anak harus merasakan sendiri bahwa membaca itu menyenangkan. 

Oleh karena itu, ada beberapa cara yang mungkin bisa membantu kita untuk memantik perhatian mereka agar menyukai kegiatan membaca, diantaranya menyuguhkan buku yang tidak hanya berupa teks tetapi juga disertai dengan ilustrasi atau visual yang menarik; sesekali bacakan buku cerita dengan intonasi, seperti menirukan suara binatang; kelilingi anak dengan buku, seperti membuat “sudut baca” di rumah, mengajak anak ke perpustakaan atau taman baca sehingga anak bisa melakukan aktivitas membaca bersama dan berinteraksi dengan teman sebayanya.

Selain itu, jika anak sering memegang ponsel, kita bisa memberikan bacaan berupa buku digital yang bisa diunduh melalui internet. Meskipun saat ini tampaknya akses terhadap buku anak-anak berbentuk digital tidak sebanyak buku untuk segmen remaja dan dewasa. Padahal buku digital bisa jadi solusi atas permasalahan akses masyarakat terhadap buku. Permasalahan ini mungkin sangat terasa terutama bagi teman-teman kita yang tinggal di daerah terpencil karena tidak memiliki akses ke toko buku atau fasilitas publik seperti perpustakaan daerah.

Melalui program Books for Asia, organisasi nirlaba The Asia Foundation menginisiasi pengembangan konten digital Let’s Read yang mengusung konsep “perpustakaan digital.” Selain website, Let’s Read juga menghadirkan aplikasi yang bisa diunduh di smartphone atau tablet. Aplikasi ini menyediakan berbagai macam buku anak-anak hasil karya penulis dan ilustrator dari berbagai negara, termasuk menyediakan pilihan bahasa, diantaranya bahasa Indonesia, bahasa daerah (di Indonesia), dan bahasa asing. 

Unduh aplikasi Let’s Read dengan klik disini.

Semua buku yang tersedia di aplikasi Let’s Read bisa diunduh secara gratis. Orangtua dan anak-anak dengan mudah bisa langsung mengakses melalui gadget kapan saja dan dimana saja: di perjalanan maupun sebagai cerita pengantar tidur. Selain itu, bagi para pendidik di sekolah juga bisa mengakses buku melalui aplikasi Let’s Read kemudian menampilkan dan membacakannya kepada murid-murid di kelas sebagai materi pembelajaran. 

Akses memang seharusnya jangan sampai menjadi penghalang bagi anak untuk mendapat bacaan yang edukatif sekaligus menghibur, ya. Let’s make children's literature great again! 😊

Buku dengan cerita atau konten yang menarik boleh dikatakan jadi medium yang efektif untuk memantik daya imajinasi anak dan mengasah kemampuan-kemampuan lainnya, contohnya kemampuan bahasa. Dan menurut saya, buku anak-anak juga bisa kok dinikmati sama kita-kita yang sudah dewasa, sebut saja seri Lima Sekawan karya Enid Blyton atau karya-karya Dr. Seuss 😊. Yang terpenting adalah membaca harus jadi kegiatan yang menyenangkan 😊. 

Cerita tentang Andi berlanjut...

Ketika Andi sedang menjalankan misinya untuk menemukan bintang dengan cara merangkak dan meraba keadaan di sekitarnya, tiba-tiba tangannya menyentuh benda kecil. Ia pun menggenggam benda tersebut dan secara tidak sengaja memencet tombol yang... *cring* ...benda kecil itu memunculkan cahaya! Cahayanya menyorot ke stiker berbentuk bintang yang menempel di tembok kamar Andi.
 
Sontak Andi pun bersorak, “YAY! Aku menemukan bintang!” 

Ia berjalan perlahan ke arah stiker bintang yang tepat berada di sebelah jendela. Andi membuka tirai jendela dan melihat ke langit. Disana ada banyak bintang-bintang. Andi tersenyum senang.

Tidak lama, Ayah dan Ibu tiba di kamar Andi. Mereka sejak tadi khawatir Andi ketakutan sendirian di kamar dalam keadaan gelap. Syukurlah, mereka lega ketika melihat Andi terlihat baik-baik saja. 

Andi lalu menghampiri Ayah dan Ibu kemudian berkata, “Misi menemukan bintang berhasil!”, sambil memberikan gerakan hormat.

Ayah dan Ibu saling berpandangan, bingung sesaat, lalu berseru kepada Andi, “Misi berhasil!”, sambil menirukan gerakan Andi dan setelahnya mereka tertawa lepas. 

Comments

  1. Seru ya buku-buku Lets Read mengajak anak bertualang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru bangeet! Saking serunya dalam sehari saya bisa baca 7 judul buku anak di aplikasi Let's Read :'')

      Delete

Post a Comment

Popular Posts