Senja
Senja 🌇
Langit waktu itu masih terang, sore hari, sekitar pukul lima:
Di ruang yang tidak terlalu besar tapi tidak kecil alias kantor saya, semua orang tampak sibuk, bersiap-siap kembali ke rumahnya. Ada yang pulang sendiri, ada juga yang berencana pulang sama-sama.
Saya bangkit dari kursi, bergegas keluar dari ruang kerja. Lalu menuju lantai teratas, mencari seonggok snack dan setenggak minuman segar untuk melepas dahaga.
Usai membayar belanjaan saya kepada mba-mba di meja sana, lantas saya duduk di single chair seraya menatap ke luar jendela.
Entah dari mana tiba-tiba ada yang bertanya: "Kau lihat apa? Pemandangan indah layaknya lukisan mahakarya?", jawab saya: tak ada, disana cuma ada rumah-rumah tak tertata.
Begitulah saya menikmati sisa hari eta (red. "itu" dalam Bahasa Sunda, maaf, ini agak maksa), menyantap kudapan yang ada di depan mata.
Tetap rasanya bahagia, meski cuma ditemani signature-iced-coffee FamilyMirit dan roti srikaya.
🍃🌇


Comments
Post a Comment